19 Sep 2025 | Dilihat: 228 Kali

Istana Minta Maaf atas Kasus Keracunan MBG, Janji Evaluasi dan Sanksi Tegas

noeh21
Ilustrasi. Pemerintah meminta maaf terkait adanya kasus keracunan siswa akibat Makan Bergizi Gratis (MBG).
      
MajalahDCN.com | Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kasus keracunan yang dialami siswa usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (19/9/2025).

“Kami atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” ujar Prasetyo. Ia menegaskan bahwa insiden keracunan tersebut tidak diharapkan dan bukan merupakan kesengajaan.

Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi seluruh kejadian ini untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan.

“Kedua, tentu harus dilakukan upaya evaluasi termasuk mitigasi perbaikan supaya masalah-masalah seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

Pemerintah telah menginstruksikan BGN dan pemerintah daerah untuk memberikan penanganan terbaik dan cepat kepada para korban. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lalai dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) akan dikenai sanksi tegas.

“Kalau memang itu faktor kesengajaan atau lalai dalam melaksanakan SOP, tentunya akan ada sanksi kepada SPPG yang dimaksud,” tegas Prasetyo.

Namun, ia memastikan bahwa pemberian sanksi tidak akan mengganggu operasional SPPG sehingga layanan kepada penerima manfaat tetap berjalan.

Kasus keracunan MBG telah meningkat dalam sepekan terakhir di berbagai daerah, memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan dan kualitas program pemerintah tersebut. (Nuli)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas